Telah Hadir Di Serang, Begini Perbedaan Air Minum Isi Ulang Biru Dengan Brand Lain

Telah Hadir Di Serang, Begini Perbedaan Air Minum Isi Ulang Biru Dengan Brand Lain

air minum isi ulang biru – Air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan air konsumsi yang tinggi menginspirasi Yantje Wongso untuk memulai usaha air minum isi ulang biru.

 

Dengan modal Rp 125 juta, Yantje mulai mengembangkan usaha air minum isi ulang. Namun sebelum memulai bisnis, ia melakukan riset terlebih dulu untuk menyediakan air konsumsi yang sehat dan murah. Baru pada Mei 2002, Yantje membuka gerai pertamanya di Surabaya.

 

Pada Mei lalu air minum isi ulang biru hadir di Lopang, Kota Serang. Keberadaan franchise air minum isi ulang biru ini terlihat mencolok.

 

Dibandingkan depo air minum isi ulang yang sudah ada sebelumnya, Biru terlihat dikelola lebih profesional. Tempat yang lebih luas, lokasi parkir yang lega, serta seragam karyawan ditambah lagi beragam promo saat opening, menjadikan Biru menjadi perhatian saat bulan pertama buka.

 

Tidak hanya di Jalan Raya Banten Lama, Lopang, Kota Serang, Biru tersebar lebih di 333 lokasi di 28 kota di Indonesia dengan torehan total produksi  yang menyentuh 3,3 miliar liter. Di bawah PT Biru Semesta Abadi, brand waralaba dengan nama Depo Air Minum Biru ini tetap kokoh berdiri sejak 2002. Selama 16 tahun bergelut di bisnis waralaba air isi ulang, membuktikan diri terus melejit pertumbuhan bisnisnya.

 

Pada salah satu wawancara, sang owner, Yantje Wongso menjelaskan, pertumbuhan franchise Biru didorong oleh tiga faktor pasar yang kuat.

 

“Air minum sebagai kebutuhan utama sehari-hari, kualitas terbaik setara air minum pabrikan, dan harga yang paling murah untuk tingkat kualitas terbaik tersebut. Usaha BIRU adalah usaha yang berjangka panjang atau selamanya karena ketiga faktor pasar tersebut bersifat jangka panjang,” papar Yantje.

 

Sekadar tahu, Biru memiliki format franchise yang teruji aman dan saling menguntungkan. Hal ini ditunjukkan oleh data jumlah franchise yang mempunyai lebih dari satu gerai adalah lebih dari 29,6 % dari keseluruhan franchisee yang mencapai 152 orang. Juga sampai saat ini, selama 16 tahun berjalan, belum ada franchisee Biru yang merugi dalam menjalankan usaha franchise Biru.

 

Di 2019, franchise Biru mencanangkan program 10-Tahun-Percepatan-Pertumbuhan pengembangan jaringan Depo Air Minum Biru untuk mencapai target 2500 Gerai Biru di tahun 2028. Program percepatan pertumbuhan ini ditujukan untuk membangun momentum percepatan sukses bagi semua Penerima Waralaba Biru. Diharapkan melalui percepatan sukses tersebut, Penerima Waralaba Biru dapat menikmati sukses yang lebih awal dan menikmatinya dalam kurun waktu yang lebih lama selama hidupnya.

 

Program percepatan pertumbuhan ini mendapatkan tantangan nyata di semester pertama di 2020, yaitu dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Menjelang semester kedua pada 2020, geliat percepatan pertumbuhan Biru semakin menguat dan nyata. Hal ini menunjukkan usaha Depo Air Minum Biru adalah usaha yang Anti-Krisis, yaitu usaha yang dapat bertahan terhadap krisis yang melanda.

Pada bisnis biru, pembuka franchise harus memiliki ukuran lahan ideal 10 meter x 12 meter, tempat usaha juga harus menyediakan area parkir untuk menampung minimal tiga mobil.

 

air minum isi ulang biru sendiri menawarkan biaya investasi mulai dari sekitar Rp530 juta dengan jangka waralaba selama 10 tahun. Biaya tersebut belum termasuk dengan lokasi dan renovasi.

Baca Artikel Lain : air biru isi ulang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *